Selasa, 07 Januari 2014

Tugas Kuliah Perilaku Menyimpang








                                                                 Disusun Oleh:
                                                             Nama     :  Serius  Kulka
                                                             Nim        :  12510031


            
       PROGRAM STUDI  ILMU SOSIATRI
SEKOLAH TINGGI PEMBANGUNAN MASYARAKAT DESA STPMD “APMD”
                                                     YOGYAKARTA
                                            2013



1.    Perilaku menyimpang
Perilaku menyimpang adalah didefinisisebagai suatu perilaku yang diekspresikan oleh seseorang atau berbeda yang anggota masyarakat yang secara disadari didefinisisebagai suatu perilaku yang diekspresikan oleh seseorang atau berbeda yang anggota masyarakat yang secara disadari atau tidak disadari,tidak sesuai dengan norma-norma yang perlu dan telah diterima oleh sebagiaan  anggota masyarakat.
Ø Robert M.Z Lawang, penyimpangan sosial adalah semua tindakan penyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial dan minimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku yang menyimpang atau perilaku abnormal itu.
Ø Wiliam Krnblum,penyimpangan sosial adalah lakukan atau tingkah laku yang bertentangan dengan norma-norma yang  diberlaku msayarakat.
Ø James W.Van der Zanden,penyimpangan perilaku yang di merupakan tindakan yang oleh sejumlah besar  orang dianggap sebagai besar tercela dan diluar batas toleransi.
2.   Teri atau Sumber Perilaku Menyimpang
*   Teori Pergaulan Bebas
Teori yang dikenal dengan teori Diiferential Association ini ditemukan oleh Edwin H.Sutherland.penyimpangan dipelajari melalui proses alih budaya.Dalam proses ini,seseorang mempelajari suatu budaya penyimpang.Misalnya Teori berpendapat bahwa penyimpangan bersumber pada pergaulan yang berbeda seseorang menyutikkan obat terlarang ke dalam tubuhnya dipelajari dari pengendar atau temanya.
*      Teori Labeling
      Teri ini berpendapat bahwa perilaku menyimpang bisa disebabkan oleh pemberian julukan atau cap terhadap seseorang yang melakukan penyimpangan primer.Teori labeling ini ditemukan oleh Edwin M.Lemert
*      Teori Adaptasi
Teori adaptasi menjelaskan bahwa perilaku menyimpang merupakan bentuk adaptasi tehadap situasi tertentu.Teori ini dikemukakan oleh Robert K.Merton.
*             Teori Fungsi
Emile Durkheim berpandangan bahwa kehajatan itu perlu  agar moralitas dan hukum dapat berkembang secar normal.Kejahatan pun tetap berfungsi bagi lembaga yang menangani masalah kejahatan.Jika tidak ada,lembaga yang menangani masalah kejahatan akan ditindakan.

3.    Bentuk-Bentuk Penyimpangan
   Dilihat dari sifat penyimpangannya,perilaku penyimpangan di bagi menjadi dua macam bentuk yaitu.

a)   Penyimpangan Primer
Penyimpangan ini merupakan penyimpangan yang bersifat sementara dan tidak berulang-ulang.Individu yang melakukan ini masih tetap sebagai orang yang diterima secara sosial.Misalnya,orang yang mengendari kenderan melebihi batas kecepatan.
b)       Penyimpangan Sekunder
    Dalam penyimpangan sekunder,seseorang secara khas memperlihat perilaku dalam penyimpangan,dan secara umum dikenal sebagai orang yang menyimpang.Masyarakat menyimpang,dan secara umum dikenal sebagai orang yang di menyimpang.Masyarakat tidak meginginkan inddividu seperti ini, misalya seorang penjudi,pencuri,atau perampok,selain itu dilihat dari pelakunya pelaku penyimpang dibaagi menjadi dua bentuk,yaitu sebagai berikut.
v  Penyimpagan Individual
Penyimpangan ini merupakan bentuk penyimpangan yang dilakukan seseorang secara perorangana
v  Penyimpangan Kelompok
  Penyimpangan ini merupakan akifitas yang dilakukan kelompok secara kolektif dengan cara yang bertentanggan dengan norma-norma yang berlaku.

·         Hubungan  antra Perilaku Menyimpang dan Sosialisasi Tidak Sempurna
Proses Sosialisasi dapat diangkap gagal jika individu tidak mampu mendalami norma-norma masyarakat.mereka yang melakukan pelangaran sebaian besar tidak meras sebagian pelaku pelangaran atau pelaku penyimpangan.Ketidaksepadanan pesan-pesan yang disampaikan agen-agen sosialisasi penyebabkan sosialisai berjalan tidak sempurna.Ketika sosialisasi terjadi secara tidak sempurna,ini memungkinkan terjadinya perilaku menyimpang dalam masyarakat.
·  Sifat-dan macam Perilaku Menyimpang
1)        Sifat-Sifat Perilaku Menyimpang
Secara umum,terdapat dua sifat penyimpangan,yaitu sebagai berikut.
i.            Penyimpangan yang bersifat positif
Penyimpangan yang bersifat positif adalah penyimpangan yang berdampak    positif terhadap sistem sosial karena mengandung unsur inovatif,kreaktif,dan memperkaya alternantif.Penyimpangan ini umumnya di terima oleh masyarakat.Misalnya emansipasi wanita menyebabnya wanita karier.

ii.            Penyimpanga yang bersifat negatif
Dalam penyimpangan yang bersifat negatif, pelaku bertindak kea rah nilai-nilai yang dipadang rendah dan berakibat buruk serta menganggu sistem sosial.Tindakkan adan pelakunya akan dicela dan tidak diterima oleh masyarakat.

2)      Macam-Macam Penyimpangan Sosial
Macam-macam penyimpanga Sosial adalah yang sering terjadi didalam masyarakat.
Ø Tindakkan kejahatan atau kriminalitas,seperti mencuri,dan berjudi,dan korupsi.
Ø Penyalahgunaan obat-obat terlarang,sperti ganja,candu,ekstasi,dan sabu-sabu.
Ø Penyimpangan seksual,seperti bserzina,homosekes,lesbian,pedhopilia.dan sodomi,
Ø Pornografi dan pornoaksi,seperti flim-flim porno dan tarian seronok.
Ø Tauraan antar pelajar
Ø Penyimpangan gaya hidup,sperti anak laki-laki beranting.

3)   Dampak Penyimpangan sosial Bagi Pelaku
     Berbagai bentuk  yang ada perilaku menyimpang  yang dilakukan oleh seseorang individu-individu  yang akan memberikan dampak bagi sih pelaku. Berikut ini beberapa dampak tersebut.
§ Memberikan  yang terpengaruh  dalam psikologis atau, penderitaan kejiwaan serta tekanan mental terhadap pelaku –perilkau karena akan dikucilkan dari kehidupan dalam bermasyarakat atau dijauhi dari pergaulan bebas.
§ Dapat menghancurkan masa depan pelaku penyimpangan.
§  Dapat menjauhkan pelaku dari Tuhan dan dekat dengan perbuatan dosa
§   Perbuatan yang dilakukan dapat mencelakakan dirinya sendiri.

4)   Dampak Penyimpangan sosial Bagi Orang Lain/Kehidupan Masyarakat
        Perilaku yang penyimpangan juga membawa dampak bagi orang  yang lain atau kehidupan  dala masyarakat pada umumnya. Beberapa di antaranya adalah meliputi hal-hal berikut ini.
ü  Dapat mengganggu keamanan, ketertiban, dan ketidakharmonisan didalam  lingkungan bermasyarakat.
ü  Merusak tatanan nilai-nilai, norma, dan berbagai macam –macam  pranata sosial yang berlaku di masyarakat.
ü  Menimbulkan beban sosial, psikologis, dan ekonomi  yang ada bagi keluarga pelaku.
ü  Merusak yang ada dalam lingkungan masyarakat ini unsur-unsur budaya dan unsur-unsur lain, yang mengatur perilaku-perilaku individu dalam kehidupan masyarakat.
5)      Dampak positif yang ditimbulkan akibat perilaku penyimpangan sosial
         Menurut pandangan umum, perilaku menyimpang yan dianggap merugikan  dalambermasyarakat baik terhadap pelaku maupun terhadap orang  yang lain pada umumnya adalah bersifat negatif.
Akan tetapi, menurut Emile Durkheim, perilaku menyimpang juga memiliki kontribusi  yang ada dalam positif bagi kehidupan masyarakat setempat.
Beberapa kontribusi  yang penting ini  dari perilaku menyimpang yang bersifat positif bagi  dalam bermasyarakat meliputi hal-hal berikut ini.
*   Perilaku menyimpang memperkokoh nilai-nilai dan norma dalam masyarakat.
     Bahwa setiap perbuatan baik merupakan lawan dari perbuatan yang tidak baik. Dapat dikatakan bahwa tidak akan ada kebaikan tanpa ada ketidak-baikan. Oleh karena itu perilaku penyimpangan diperlukan untuk semakin menguatkan moral masyarakat.
*         Tanggapan terhadap perilaku menyimpang akan memperjelas batas moral.
 Dengan dikatakan seseorang berperilaku menyimpang, berarti masyarakat mengetahui kejelasan mengenai apa yang dianggap benar dan apa yang dianggap salah.
*        Tanggapan terhadap perilaku menyimpang akan menumbuhkan kesatuan masyarakat.
    Setiap ada perilaku penyimpangan masyarakat pada umumnya secara bersama-sama akan menindak para pelaku penyimpangan. Hal tersebut menegaskan bahwa ikatan moral akan mempersatukan masyarakat.
*        Perilaku menyimpang mendorong terjadinya perubahan sosial.
 Para pelaku penyimpangan senantiasa menekan batas moral masyarakat, berusaha memberikan alternatif baru terhadap kondisi masyarakat dan mendorong berlangsungnya perubahan.
*        Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa perilaku menyimpang yang terjadi saat ini akan menjadi moralitas baru bagi masyarakat di masa depan.

Faktor-faktor Penyebab Perilaku Menyimpang
a.    Faktor dari dalam (intrinsik)
   1) Intelegensi
Setiap seseorang mempunyai intelegensi yang ada berbeda-beda. Perbedaan intelegensi ini  yang akan diberpengaruh  oleh dalam daya serap terhadap norma-norma dan nilai-nilai sosial yang ada dilinkungan. Orang yang akan mempunyai intelegensi tinggi ini akan di umumnya tidak  akan kesulitan didalam bergaul, belajar, dan berinteraksi,komunikasi, di dalam bermasyarakat. Sebaliknya ini akan menimbulkan orang yang intelegensinya di bawah normal-normal akan mengalami berbagai kesulitan di dalam belajar di sekolah maupun menyesuaikan diri di  dalam masyarakat. Akibatnya ini terjadi penyimpangan -penyimpangan, seperti malas belajar, emosional, bersikap kasar, tidak bisa berpikir logis. Contohnya, adalah ada kecenderungan dalam kehidupan sehari-hari, anak-anak yang memiliki nilai jelek akan merasa dirinya bodoh. Ia tidak akan merasa minder dan diputus asa. Dalam keputusasaannya tersebut, tidak jarang anak yang mengambil penyelesaian yang menyimpang. Ia akan melakukan segala cara agar nilainya baik, seperti menyontek.
2) Jenis kelamin
 Perilaku menyimpang dapat juga diakibatkan karena perbedaan jenis kelamin. Anak laki-laki biasanya cenderung sok berkuasa dan menganggap remeh pada anak perempuan. Contonya dalam keluarga yang sebagian besar anaknya perempuan, jika terdapat satu anak laki-laki biasanya minta diistimewakan, ingin dimanja.
3) Umur
Umur memengaruhi pembentukan sikap dan pola tingkah laku seseorang. Makin bertambahnya umur diharapkan seseorang bertambah pula kedewasaannya, makin mantap pengendalian emosinya, dan makin tepat segala tindakannya.Namun demikian, kadang kita jumpai penyimpanganpenyimpangan yang dilakukan oleh orang yang sudah berusia lanjut, sikapnya seperti anak kecil, manja, minta diistimewakan oleh anak-anaknya.

4) Kedudukan dalam keluarga
Dalam keluarga yang terdiri atas beberapa anak, sering kali anak tertua merasa dirinya paling berkuasa dibandingkan dengan anak kedua atau ketiga. Anak bungsu mempunyai sifat ingin dimanjakan oleh kakak-kakaknya maupun orang tuanya. Jadi, susunan atau urutan kelahiran kadang akan menimbulka pola tingkah laku dan peranan dari fungsinya dalam keluarga.
b. Faktor dari luar (ekstrinsik)
1) Peran keluarga
Keluarga sebagai unit terkecil dalam kehidupan sosial sangat besar perananya dalam membentuk pertahanan seseorang terhadap serangan penyakit sosial sejak dini. Orang tua yang sibuk dengan kegiatannya sendiri tanpa mempedulikan bagaimana perkembangan anak-anaknya merupakan awal dari rapuhnya pertahanan anak terhadap serangan penyakit sosial. Sering kali orang tua hanya cenderung memikirkan kebutuhan lahiriah anaknya dengan bekerja keras tanpa mempedulikan bagaimana anak-anaknya tumbuh dan berkembang dengan alasan sibuk mencari uang untuk memenuhi kebutuhan anaknya. Alasan tersebut sangat rasional dan tidak salah, namun kurang tepat, karena kebutuhan bukan hanya materi saja tetapi juga nonmateri. Kebutuhan nonmateri yang diperlukan anak dari orang tua seperti perhatian secara langsung, kasih sayang, dan menjadi teman sekaligus sandaran anak untuk menumpahkan perasaannya. Kesulitan para orang tua untuk mewujudkan keseimbangan dalam pemenuhan kebutuhan lahir dan batin inilah yang menjadi penyebab awal munculnya kenakalan remaja yang dilakukan anak dari dalam keluarga yang akhirnya tumbuh dan berkembang hingga meresahkan masyarakat. Misalnya, seorang anak yang tumbuh dari keluarga yang tidak harmonis.  Kasih sayang dan perhatian anak tersebut cenderung diabaikan oleh orang tuanya. Oleh sebab itulah, ia akan mencari bentuk-bentuk pelampiasan dan pelarian yang kadang mengarah pada hal-hal yang menyimpang. Seperti masuk dalam anggota genk, mengonsumsi minuman keras dan narkoba, dan lain-lain. Ia merasa jika masuk menjadi anggota genk, ia akan diakui, dilindungi oleh kelompoknya. Di mana hal yang demikian tersebut tidak ia dapatkan dari keluarganya.
2) Peran masyarakat
Pertumbuhan dan perkembangan kehidupan anak dari lingkungan keluarga akhirnya berkembang ke dalam lingkugan masyarakat yang lebih luas. Ketidakmampuan keluarga memenuhi kebutuhan rohaniah anak mengakibatkan anak mencari kebutuhan tersebut ke luar rumah. Ini merupakan awal dari sebuah petaka masa depan seseorang, jika di luar rumah anak menemukan sesuatu yang menyimpang dari nilai dan norma sosial.Pola kehidupan masyarakat tertentu kadang tanpa disadari oleh para warganya ternyata menyimpang dari nilai dan norma sosial yang berlaku di masyarakat umum. Itulah yang disebut sebagai subkebudayaan menyimpang. Misalnya masyarakat yang sebagian besar warganya hidup mengandalkan dari usaha prostitusi, maka anak-anak di dalamnya akan menganggap prostitusi sebagai bagian dari profesi yang wajar. Demikian pula anak yang tumbuh dan berkembang di lingkungan masyarakat penjudi atau peminum minuman keras, maka akan membentuk sikap dan pola perilaku menyimpang.
3) Pergaulan
Pola tingkah laku seorang anak tidak bisa terlepas dari pola tingkah laku anak-anak lain di sekitarnya. Anak-anak lain yang menjadi teman sepergaulannya sering kali memengaruhi kepribadian seorang anak. Dari teman bergaul itu, anak akan menerima norma-norma atau nilai-nilai sosial yang ada dalam masyarakat. Apabila teman bergaulnya baik, dia akan menerima konsep-konsep norma yang bersifat positif. Namun apabila teman bergaulnya kurang baik, sering kali akan mengikuti konsep-konsep yang bersifat negatif. Akibatnya terjadi pola tingkah laku yang menyimpang pada diri anak tersebut. Misalnya di suatu kelas ada anak yang mempunyai kebiasaan memeras temannya sendiri, kemudian ada anak lain yang menirunya dengan berbuat hal yang sama. Oleh karena itu, menjaga pergaulan dan memilih lingkungan pergaulan yang baik itu sangat penting.

  
4) Media massa
      Berbagai tayangan di televisi tentang tindakan kekerasan, film-film yang berbau pornografi, sinetron yang berisi kehidupan bebas dapat memengaruhi perkembangan perilaku individu. Anak-anak yang belum mempunyai konsep yang benar-benar tentang norma-norma dan nilai-nilai sosial didalam masyarakat, sering kali menerima mentah-mentah semua tayangan itu. Penerimaan tayangan-tayangan negatif yang ditiru oleh mengakibatkan dalma masyarakat yang diperilaku menyimpang.  Semua tindakan yang akan menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial dan menimbulkan usaha-usaha dari mereka yang berwenang didalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku yang  akan menyimpang tersebut. Dalam kehidupan sosial,terdapat polah-polaj perilaku yang mengingatkan perilakunnya individu –individu harus menentukan dan menyesuaikan dengan individu yang lainya.Di satu sisi terdapat perilakunya yang terdapat disesuaikannya dengan pola-pola perilaku yang di tetapkan dalam perilaku menyimpang. Perilaku menyimpang ditentukan batasannya oleh norma-norma kemasyarakatan yang berlaku didalam suatu budaya  dan agama,sehingga pengertian  yang di memperbaiki perilaku-perilaku menyimpang berbeda-beda di setiap  dalam bermasyarakat. Perilaku juga yang di angkapkan sebagai besar seseorang sebagai sesuatu yang akan diberada di luar .Ada dua proses pembentukan perilaku menyimpang yaitu:
·         Penyimpangan sebagai hasil sosialisasi dari nilai-nilai sub kebudayaan an agama menyimpang Perilaku menyimpang bersumber pada pergaulan yang berbeda. Pergaulan dengan kawan-kawan  yang kurang baik mengakibatkan perilaku menyimpang
·         Penyimpangan dari sosialisasi yang tidak sempurna
·         Proses ini terjadi karena nilai dan norma yang dipelajari kurang dapat dipahami dalam proses sosialisasi sehingga orang tidak mempertimbangkan resiko dan melakukan penyimpangan









Tidak ada komentar:

Posting Komentar