![]() |
Disusun Oleh:
Nama
: Serius Kulka
Nim :
12510031
PROGRAM
STUDI ILMU SOSIATRI
SEKOLAH TINGGI PEMBANGUNAN
MASYARAKAT DESA STPMD “APMD”
YOGYAKARTA
2013
1.
Perilaku
menyimpang
Perilaku
menyimpang adalah didefinisisebagai suatu perilaku yang diekspresikan oleh
seseorang atau berbeda yang anggota masyarakat yang secara disadari
didefinisisebagai suatu perilaku yang diekspresikan oleh seseorang atau berbeda
yang anggota masyarakat yang secara disadari atau tidak disadari,tidak sesuai
dengan norma-norma yang perlu dan telah diterima oleh sebagiaan anggota masyarakat.
Ø
Robert M.Z Lawang, penyimpangan sosial
adalah semua tindakan penyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu
sistem sosial dan minimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem itu
untuk memperbaiki perilaku yang menyimpang atau perilaku abnormal itu.
Ø
Wiliam Krnblum,penyimpangan sosial
adalah lakukan atau tingkah laku yang bertentangan dengan norma-norma yang diberlaku msayarakat.
Ø
James W.Van der Zanden,penyimpangan
perilaku yang di merupakan tindakan yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai besar tercela dan
diluar batas toleransi.
2.
Teri
atau Sumber Perilaku Menyimpang
Teori yang dikenal
dengan teori Diiferential Association ini ditemukan oleh Edwin
H.Sutherland.penyimpangan dipelajari melalui proses alih budaya.Dalam proses
ini,seseorang mempelajari suatu budaya penyimpang.Misalnya Teori berpendapat
bahwa penyimpangan bersumber pada pergaulan yang berbeda seseorang menyutikkan
obat terlarang ke dalam tubuhnya dipelajari dari pengendar atau temanya.
Teri ini berpendapat bahwa perilaku
menyimpang bisa disebabkan oleh pemberian julukan atau cap terhadap seseorang
yang melakukan penyimpangan primer.Teori labeling ini ditemukan oleh Edwin
M.Lemert
Teori
adaptasi menjelaskan bahwa perilaku menyimpang merupakan bentuk adaptasi
tehadap situasi tertentu.Teori ini dikemukakan oleh Robert K.Merton.
Emile Durkheim
berpandangan bahwa kehajatan itu perlu
agar moralitas dan hukum dapat berkembang secar normal.Kejahatan pun
tetap berfungsi bagi lembaga yang menangani masalah kejahatan.Jika tidak
ada,lembaga yang menangani masalah kejahatan akan ditindakan.
3. Bentuk-Bentuk Penyimpangan
Dilihat dari sifat penyimpangannya,perilaku
penyimpangan di bagi menjadi dua macam bentuk yaitu.
a) Penyimpangan Primer
Penyimpangan
ini merupakan penyimpangan yang bersifat sementara dan tidak
berulang-ulang.Individu yang melakukan ini masih tetap sebagai orang yang
diterima secara sosial.Misalnya,orang yang mengendari kenderan melebihi batas
kecepatan.
b) Penyimpangan Sekunder
Dalam penyimpangan sekunder,seseorang
secara khas memperlihat perilaku dalam penyimpangan,dan secara umum dikenal
sebagai orang yang menyimpang.Masyarakat menyimpang,dan secara umum dikenal
sebagai orang yang di menyimpang.Masyarakat tidak meginginkan inddividu seperti
ini, misalya seorang penjudi,pencuri,atau perampok,selain itu dilihat dari
pelakunya pelaku penyimpang dibaagi menjadi dua bentuk,yaitu sebagai berikut.
v Penyimpagan Individual
Penyimpangan ini
merupakan bentuk penyimpangan yang dilakukan seseorang secara perorangana
v Penyimpangan Kelompok
Penyimpangan ini merupakan akifitas yang dilakukan
kelompok secara kolektif dengan cara yang bertentanggan dengan norma-norma yang
berlaku.
·
Hubungan antra Perilaku Menyimpang dan Sosialisasi
Tidak Sempurna
Proses Sosialisasi dapat diangkap gagal
jika individu tidak mampu mendalami norma-norma masyarakat.mereka yang
melakukan pelangaran sebaian besar tidak meras sebagian pelaku pelangaran atau
pelaku penyimpangan.Ketidaksepadanan pesan-pesan yang disampaikan agen-agen
sosialisasi penyebabkan sosialisai berjalan tidak sempurna.Ketika sosialisasi terjadi
secara tidak sempurna,ini memungkinkan terjadinya perilaku menyimpang dalam
masyarakat.
· Sifat-dan macam Perilaku Menyimpang
1)
Sifat-Sifat Perilaku Menyimpang
Secara umum,terdapat
dua sifat penyimpangan,yaitu sebagai berikut.
i.
Penyimpangan yang bersifat positif
Penyimpangan
yang bersifat positif adalah penyimpangan yang berdampak positif terhadap sistem sosial karena
mengandung unsur inovatif,kreaktif,dan memperkaya alternantif.Penyimpangan ini
umumnya di terima oleh masyarakat.Misalnya emansipasi wanita menyebabnya wanita
karier.
ii.
Penyimpanga yang bersifat negatif
Dalam penyimpangan yang
bersifat negatif, pelaku bertindak kea rah nilai-nilai yang dipadang rendah dan
berakibat buruk serta menganggu sistem sosial.Tindakkan adan pelakunya akan
dicela dan tidak diterima oleh masyarakat.
2)
Macam-Macam
Penyimpangan Sosial
Macam-macam penyimpanga Sosial adalah
yang sering terjadi didalam masyarakat.
Ø Tindakkan
kejahatan atau kriminalitas,seperti mencuri,dan berjudi,dan korupsi.
Ø Penyalahgunaan
obat-obat terlarang,sperti ganja,candu,ekstasi,dan sabu-sabu.
Ø Penyimpangan
seksual,seperti bserzina,homosekes,lesbian,pedhopilia.dan sodomi,
Ø Pornografi
dan pornoaksi,seperti flim-flim porno dan tarian seronok.
Ø Tauraan
antar pelajar
Ø Penyimpangan
gaya hidup,sperti anak laki-laki beranting.
3)
Dampak
Penyimpangan sosial Bagi Pelaku
Berbagai bentuk yang ada perilaku menyimpang yang dilakukan oleh seseorang
individu-individu yang akan memberikan
dampak bagi sih pelaku. Berikut ini beberapa dampak tersebut.
§ Memberikan yang terpengaruh dalam psikologis atau, penderitaan kejiwaan
serta tekanan mental terhadap pelaku –perilkau karena akan dikucilkan dari
kehidupan dalam bermasyarakat atau dijauhi dari pergaulan bebas.
§ Dapat
menghancurkan masa depan pelaku penyimpangan.
§ Dapat menjauhkan pelaku dari Tuhan dan dekat
dengan perbuatan dosa
§ Perbuatan yang dilakukan dapat mencelakakan
dirinya sendiri.
4)
Dampak
Penyimpangan sosial Bagi Orang Lain/Kehidupan Masyarakat
Perilaku yang penyimpangan juga membawa
dampak bagi orang yang lain atau
kehidupan dala masyarakat pada umumnya.
Beberapa di antaranya adalah meliputi hal-hal berikut ini.
ü
Dapat mengganggu keamanan, ketertiban,
dan ketidakharmonisan didalam lingkungan
bermasyarakat.
ü
Merusak tatanan nilai-nilai, norma, dan
berbagai macam –macam pranata sosial
yang berlaku di masyarakat.
ü
Menimbulkan beban sosial, psikologis,
dan ekonomi yang ada bagi keluarga
pelaku.
ü
Merusak yang ada dalam lingkungan
masyarakat ini unsur-unsur budaya dan unsur-unsur lain, yang mengatur perilaku-perilaku
individu dalam kehidupan masyarakat.
5)
Dampak
positif yang ditimbulkan akibat perilaku penyimpangan sosial
Menurut pandangan umum, perilaku
menyimpang yan dianggap merugikan dalambermasyarakat baik terhadap pelaku maupun
terhadap orang yang lain pada umumnya
adalah bersifat negatif.
Akan
tetapi, menurut Emile Durkheim, perilaku menyimpang juga memiliki kontribusi yang ada dalam positif bagi kehidupan
masyarakat setempat.
Beberapa
kontribusi yang penting ini dari perilaku menyimpang yang bersifat positif
bagi dalam bermasyarakat meliputi
hal-hal berikut ini.
Bahwa setiap perbuatan baik merupakan
lawan dari perbuatan yang tidak baik. Dapat dikatakan bahwa tidak akan ada
kebaikan tanpa ada ketidak-baikan. Oleh karena itu perilaku penyimpangan
diperlukan untuk semakin menguatkan moral masyarakat.
Dengan dikatakan seseorang berperilaku
menyimpang, berarti masyarakat mengetahui kejelasan mengenai apa yang dianggap
benar dan apa yang dianggap salah.
Setiap ada perilaku penyimpangan masyarakat
pada umumnya secara bersama-sama akan menindak para pelaku penyimpangan. Hal
tersebut menegaskan bahwa ikatan moral akan mempersatukan masyarakat.
Para pelaku penyimpangan senantiasa menekan
batas moral masyarakat, berusaha memberikan alternatif baru terhadap kondisi
masyarakat dan mendorong berlangsungnya perubahan.
Faktor-faktor
Penyebab Perilaku Menyimpang
a. Faktor
dari dalam (intrinsik)
1) Intelegensi
Setiap seseorang
mempunyai intelegensi yang ada berbeda-beda. Perbedaan intelegensi ini yang akan diberpengaruh oleh dalam daya serap terhadap norma-norma
dan nilai-nilai sosial yang ada dilinkungan. Orang yang akan mempunyai
intelegensi tinggi ini akan di umumnya tidak
akan kesulitan didalam bergaul, belajar, dan berinteraksi,komunikasi, di
dalam bermasyarakat. Sebaliknya ini akan menimbulkan orang yang intelegensinya
di bawah normal-normal akan mengalami berbagai kesulitan di dalam belajar di
sekolah maupun menyesuaikan diri di
dalam masyarakat. Akibatnya ini terjadi penyimpangan -penyimpangan,
seperti malas belajar, emosional, bersikap kasar, tidak bisa berpikir logis.
Contohnya, adalah ada kecenderungan dalam kehidupan sehari-hari, anak-anak yang
memiliki nilai jelek akan merasa dirinya bodoh. Ia tidak akan merasa minder dan
diputus asa. Dalam keputusasaannya tersebut, tidak jarang anak yang mengambil
penyelesaian yang menyimpang. Ia akan melakukan segala cara agar nilainya baik,
seperti menyontek.
2)
Jenis kelamin
Perilaku
menyimpang dapat juga diakibatkan karena perbedaan jenis kelamin. Anak
laki-laki biasanya cenderung sok berkuasa dan menganggap remeh pada anak
perempuan. Contonya dalam keluarga yang sebagian besar anaknya perempuan, jika
terdapat satu anak laki-laki biasanya minta diistimewakan, ingin dimanja.
3)
Umur
Umur memengaruhi pembentukan sikap dan
pola tingkah laku seseorang. Makin bertambahnya umur diharapkan seseorang
bertambah pula kedewasaannya, makin mantap pengendalian emosinya, dan makin
tepat segala tindakannya.Namun demikian, kadang kita jumpai
penyimpanganpenyimpangan yang dilakukan oleh orang yang sudah berusia lanjut,
sikapnya seperti anak kecil, manja, minta diistimewakan oleh anak-anaknya.
4)
Kedudukan dalam keluarga
Dalam
keluarga yang terdiri atas beberapa anak, sering kali anak tertua merasa
dirinya paling berkuasa dibandingkan dengan anak kedua atau ketiga. Anak bungsu
mempunyai sifat ingin dimanjakan oleh kakak-kakaknya maupun orang tuanya. Jadi,
susunan atau urutan kelahiran kadang akan menimbulka pola tingkah laku dan
peranan dari fungsinya dalam keluarga.
b.
Faktor dari luar (ekstrinsik)
1)
Peran keluarga
Keluarga sebagai unit
terkecil dalam kehidupan sosial sangat besar perananya dalam membentuk
pertahanan seseorang terhadap serangan penyakit sosial sejak dini. Orang tua
yang sibuk dengan kegiatannya sendiri tanpa mempedulikan bagaimana perkembangan
anak-anaknya merupakan awal dari rapuhnya pertahanan anak terhadap serangan
penyakit sosial. Sering kali orang tua hanya cenderung memikirkan kebutuhan
lahiriah anaknya dengan bekerja keras tanpa mempedulikan bagaimana anak-anaknya
tumbuh dan berkembang dengan alasan sibuk mencari uang untuk memenuhi kebutuhan
anaknya. Alasan tersebut sangat rasional dan tidak salah, namun kurang tepat,
karena kebutuhan bukan hanya materi saja tetapi juga nonmateri. Kebutuhan
nonmateri yang diperlukan anak dari orang tua seperti perhatian secara
langsung, kasih sayang, dan menjadi teman sekaligus sandaran anak untuk
menumpahkan perasaannya. Kesulitan para orang tua untuk mewujudkan keseimbangan
dalam pemenuhan kebutuhan lahir dan batin inilah yang menjadi penyebab awal
munculnya kenakalan remaja yang dilakukan anak dari dalam keluarga yang
akhirnya tumbuh dan berkembang hingga meresahkan masyarakat. Misalnya, seorang
anak yang tumbuh dari keluarga yang tidak harmonis. Kasih sayang dan perhatian anak tersebut
cenderung diabaikan oleh orang tuanya. Oleh sebab itulah, ia akan mencari
bentuk-bentuk pelampiasan dan pelarian yang kadang mengarah pada hal-hal yang
menyimpang. Seperti masuk dalam anggota genk, mengonsumsi minuman keras dan
narkoba, dan lain-lain. Ia merasa jika masuk menjadi anggota genk, ia akan
diakui, dilindungi oleh kelompoknya. Di mana hal yang demikian tersebut tidak
ia dapatkan dari keluarganya.
2)
Peran masyarakat
Pertumbuhan dan
perkembangan kehidupan anak dari lingkungan keluarga akhirnya berkembang ke
dalam lingkugan masyarakat yang lebih luas. Ketidakmampuan keluarga memenuhi
kebutuhan rohaniah anak mengakibatkan anak mencari kebutuhan tersebut ke luar
rumah. Ini merupakan awal dari sebuah petaka masa depan seseorang, jika di luar
rumah anak menemukan sesuatu yang menyimpang dari nilai dan norma sosial.Pola
kehidupan masyarakat tertentu kadang tanpa disadari oleh para warganya ternyata
menyimpang dari nilai dan norma sosial yang berlaku di masyarakat umum. Itulah
yang disebut sebagai subkebudayaan menyimpang. Misalnya masyarakat yang
sebagian besar warganya hidup mengandalkan dari usaha prostitusi, maka
anak-anak di dalamnya akan menganggap prostitusi sebagai bagian dari profesi
yang wajar. Demikian pula anak yang tumbuh dan berkembang di lingkungan
masyarakat penjudi atau peminum minuman keras, maka akan membentuk sikap dan
pola perilaku menyimpang.
3)
Pergaulan
Pola tingkah laku
seorang anak tidak bisa terlepas dari pola tingkah laku anak-anak lain di
sekitarnya. Anak-anak lain yang menjadi teman sepergaulannya sering kali
memengaruhi kepribadian seorang anak. Dari teman bergaul itu, anak akan
menerima norma-norma atau nilai-nilai sosial yang ada dalam masyarakat. Apabila
teman bergaulnya baik, dia akan menerima konsep-konsep norma yang bersifat
positif. Namun apabila teman bergaulnya kurang baik, sering kali akan mengikuti
konsep-konsep yang bersifat negatif. Akibatnya terjadi pola tingkah laku yang
menyimpang pada diri anak tersebut. Misalnya di suatu kelas ada anak yang
mempunyai kebiasaan memeras temannya sendiri, kemudian ada anak lain yang
menirunya dengan berbuat hal yang sama. Oleh karena itu, menjaga pergaulan dan memilih
lingkungan pergaulan yang baik itu sangat penting.
4)
Media massa
Berbagai tayangan di televisi tentang tindakan kekerasan, film-film yang
berbau pornografi, sinetron yang berisi kehidupan bebas dapat memengaruhi
perkembangan perilaku individu. Anak-anak yang belum mempunyai konsep yang
benar-benar tentang norma-norma dan nilai-nilai sosial didalam masyarakat,
sering kali menerima mentah-mentah semua tayangan itu. Penerimaan
tayangan-tayangan negatif yang ditiru oleh mengakibatkan dalma masyarakat yang diperilaku
menyimpang. Semua tindakan yang akan
menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial dan
menimbulkan usaha-usaha dari mereka yang berwenang didalam sistem itu untuk
memperbaiki perilaku yang akan menyimpang
tersebut. Dalam kehidupan sosial,terdapat polah-polaj perilaku yang
mengingatkan perilakunnya individu –individu harus menentukan dan menyesuaikan
dengan individu yang lainya.Di satu sisi terdapat perilakunya yang terdapat
disesuaikannya dengan pola-pola perilaku yang di tetapkan dalam perilaku
menyimpang. Perilaku menyimpang ditentukan batasannya oleh norma-norma
kemasyarakatan yang berlaku didalam suatu budaya dan agama,sehingga pengertian yang di memperbaiki perilaku-perilaku
menyimpang berbeda-beda di setiap dalam
bermasyarakat. Perilaku juga yang di angkapkan sebagai besar seseorang sebagai
sesuatu yang akan diberada di luar .Ada dua proses pembentukan perilaku
menyimpang yaitu:
·
Penyimpangan sebagai hasil sosialisasi
dari nilai-nilai sub kebudayaan an agama menyimpang Perilaku menyimpang
bersumber pada pergaulan yang berbeda. Pergaulan dengan kawan-kawan yang kurang baik mengakibatkan perilaku
menyimpang
·
Penyimpangan dari sosialisasi yang tidak
sempurna
·
Proses ini terjadi karena nilai dan
norma yang dipelajari kurang dapat dipahami dalam proses sosialisasi sehingga
orang tidak mempertimbangkan resiko dan melakukan penyimpangan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar