Minggu, 20 Desember 2015

PEMILUKADA PEGUNUNGAN BINTANG, PASANGAN NOMOR URUT 01 GUGAT KE MK



PEMILUKADA PEGUNUNGAN BINTANG, PASANGAN NOMOR URUT 01 GUGAT KE MK.
            Oksibil-Komnews, Penetapan suara Pemilukada Pegunungan Bintang oleh KPUD setempat dinilai tidak sah oleh sejumlah kalangan, baik melalui aksi-aksi damai di kota Oksibil maupun kicauan di media sosial facebook.

            Sebelumnya sejumlah masa mendatangi gedung Soskat, Oksibil untuk mendesak KPU membatalkan penetapan suara karena menurut pihaknya beberapa distrik yang sudah bermasalah dalam proses pemilihan, yakni distrik Nongme, Weime dan Oksop harus diselesaikan terlebih dahulu. Pihaknya juga menuntut PPD yang terlambat melaporkan suara ke KPUD dihanguskan, pihaknya merujuk pada regulasi nasional tentang waktu pelaksanaan, yakni tanggal 16 Desember 2015 adalah batas pelaporan suara dari PPD Distrik ke KPUD setempat dan pada tanggal 17 Desember pengumuman pasangan calon yang menang.
Hasil perolehan suara dari PPD Weime tiba Oksibil pada tanggal 17 Desember lantaran cuacu di Pegunungan Bintang tidak kondusif sehingga 16 Desember pesawat yang mengantar pihak PPD ke Oksibil berbalik ke Jayapura. Semalam disana, kemudian tanggal 17 pihak PPD diantar ke Oksibil.

            Atas dasar dugaan penyelewengan hingga waktu penetapan yang tidak sesuai dengan agenda nasional menjadi dasar gugatan pasangan nomor urut 01 Selatius Taplo, S.HI dan Rumin Lepitalen, SH ke Mahkamah Konstitusi (MK). Dalam hal ini KPUD telah memberi waktu kepada semua pasangan calon sampai 20 desember pukul 12.00, jika tidak dilakukan gugatan maka KPUD setempat akan menetapkan putusan awal, yakni perolehan suara dari masing-masing pasangan calon, sebagai berikut: calon pasangan nomor urut 01 memperoleh 28.364 suara, nomor urut 02 memperoleh 9768 suara, nomor urut 03 memperoleh 20.970 suara dan nomor urut 04 memperoleh 33.123 suara. Jumlah suara tersebut termasuk PPD yang dituding bermasalah oleh sejumlah pihak. Jika tetap pada putusan tersebut diatas maka dimenangkan oleh pasangan nomor 04, Costan Oktemka, S.IP dan Decky Deal, S.IP.
Pleno penetapan suara oleh KPUD setempat juga dinilai belum sah lantaran pasangan nomor urut 01, 02, 03 beserta Panwas tidak hadir. Oleh karena itu, pihak KPUD setempat juga memberi waktu kepada pasangan calon untuk melakukan gugatan ke MK. Hingga saat ini, kandidat nomor urut 01 yang sedang berupaya untuk melakukan gugatan MK.
            Hal tersebut dibenarkan oleh anggota Panwas, David Kalaka, S.IP., M.Si melalui Sort Message Service kepada media ini, Sabtu (19-12/2015). Sementara media ini berupaya menghubungi pasangan nomor 03 terkait gugatan ke MK namun belum ada tanggapan.

SILAKAN BACA SARAN SAYA
            Mem sisya Percumah, kita mau gali sumber, mau melaporkan indikasi kecurangan ke MK, mengadakan perdebatan pun sulit; Negara ini, tidak ada orang yang menjalankan politik dengan kejujuran, transfarasi, akuntabel dan demokratis, Bagi saya, sudah berlalu, lntinya kita punya adat kekeluargaan, maraga budaya cinta kasih mangop, ne bisau, kata-kata ini harus pegang tanam di setiap pribadi dan dijaga, harus di wujudkan tindakan kasih sayang  persaudaraan, jangan salah menghartikan tujuan politik, teguhkan budaya kita dan menjalankannya; sesungguhnya  kita orang pegunungan bintang punya tradisi, kekeluargaan, cinta kasih, isap sepuntong rokok, ini yang pepenting, dan harus di pegang..
            Teman-teman apapun yang terjadi itu adalah pelajaran untuk politik masa  depan yang akan memperbaiki dan menjalankan sistem politik secara profesional, siapapun dia anak negeri, putra/putri Aplim Apom, kita menyambut, menyatuh hati dan, membantu melaksanakan visi misi yang dicanagkan kedua beliau yang telah mendat aspirasi rakyat.
           Saya mau Memberi pertanyaan tujuan politik  juga, tentu teman-teman akan memunculkan banyak jawaban, dan bagi saya itu tidak terpenting kosep sebagai dasar, pelengkap, politik ibarat pertandingan sepak bola, siap meneng dan kalah,yang suda itulah pilihan kita  . saya tidak suka, bagi teman-teman maupun, senioritas mau bertarung ideologi juga sama saja, tidak akan menemukan jalan temu, apa tujuan dari berpolitik?
          Politik tidak harus dijalankan oleh elit, level, marga, jabatan, orang nomor satu atau dua, poblitik bukan untuk kepentingan kelopok atau marga, apakah kalian mau menggunakan politik KEN AROK?
 Bubar kita, saya yakin orang pegunungan bintang,  masalah adu mulut banyak orang cerdik, terpelajar, tajam konsep, dan akan terus menciptakan putra/putri  yang unggul, manusia cerdas dari orang daerah pelosok papua tapi, kepintaran kita tidak harus  ditunjukan dengan konsep kebusukan apalagi, ekpoloitasi masyarakat yang tidak tahu, memang politik itu main fisik, tenaga, pinansial, dan politik dengan segala cara orang melakukan untuk mendapatkan suatu jabatan atau kekusaan tetapi itu, tidak harus kita lakukan seperti itu.
            Temna-teman yang baik hati di baca iya, sekedar uang pangkat jabatan, jangan memisahkan adik kakak, nau ner nu napu bo, nun  weit bo , nun weit  ner maupun sahabat kita yang lain,; Tunjukanlah dirimu adalah orang adat, berbudaya, bersejarah jagala  nilai-kekeluargaan kita, tekuni budaya isap sebatang rokok, satu noken beten kon, satu kutep men, itu harus kita pegang baik.
            Syalom kepada Saudara ku, kita menyatu hati dan menyiapkan hati untuk menyambut kelahiran Yesus sebagai tanda Manusia baru yang akan lahirkan diantara kita akan di pulihkan, cucikan dari segalah, perbuatan, melaui tutur kata maupun, segala hal-hal kejahatan kita yang lain. SELAMAT PERSIAPAN PERAYAAN NATAL DAN TAHUN BARUH YEPMUM TELEP, ASBE YELAKO UPRUKAME.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar