Senin, 14 Juli 2014

Artikel Menyiatasi Rasa Bersalah Yang Berlanjut

                  Menyiatasi Rasa Bersalah Yang Berlanjut
Mata Kuliah: Psikologi Sosial


Disusun  Oleh:
 Nama :  Serius Kulka
     NIM   :  121510031

PROGRAM STUDI  ILMU SOSIATRI
SEKOLAH TINGGI PEMBANGUNAN MASYARAKAT DESA “APMD”
                                                                    YOGYAKARTA
                                                                           2014
A.    Pendahuluhan
Salah satu penentu di dalam keberhasilan yang perkembangan adalah konsep diri. Konsep diri (Sel f conept) merupakan suatu bagian yang penting dalam setiap pembicaraan tentang kepribadian manusia. Konsep diri merupakan hal yang utama yang perlu dipahami karena menyangkut pemahaman, keyakinan serta kepercayaan seseorang masing-masing tentang dirinya akan mempengaruhi hubungan dengan orang lain. Konsep diri” semua ide, pikiran, kepercayaan dan pendirian yang diketahui dalam orang yang lain, termasuk persepsi individu  atau kelompok –kelompok akan sifat dan kemampuan, interaksi dengan pengalaman dan objek serta keinginannya yang sudah di  tentukan tetapi dalam anak-anak remaja sekarang ini banyak bergaul dengan teman-teman yang lain maka banyak masalah terjadi dilingkungan sekolah maupun di luar sekolah,orang tua mereka memberikan nasihat terhadap anaknya tapi,anaknya belum mengerti nasihat dari oran tua karena dia banyak emosional terhadap teman maupun orang tua,dan guru dll.
Konsep diri seseorang dinyatakan melalui sikap dirinya yang merupakan aktualisasi orang tersebut. Manusia sebagai organisme yang memiliki dorongan untuk berkembang yang pada akhirnya memnyebabkan iya sadar akan keberadaan dirinya. Perkembangan yang langsung tersebut kemudian membantu pembentukan konsep diri individu yang bersangkutan. Perasaan induvidu bahwa ia tidak mempunyai kemampuan yang iya miliki. Padahal segala keberhasilan banyak bergantung pada cara individu maupun kelompok harus memandang kualitas kemampuan yang dimiliki. Pandangan dan sikap negatif terhadap kualitas kemampuan yang dimiliki mengakibatkan individu memandang seluruh tugas sebagai suatu hal yang sulit untuk dilakukan, maka dari itu sengatlah penting untuk seseorang perawat memahami konsep diri.
Memahami diri sendiri terlebih dahulu baru bisa memahami klien. Masalah merupakan sesuatu yang menghambat, merintangi, atau mempersulit seseorang atau masih anak-anak remaja mencapai maksudkan dan tujuan tertentu yang diinginkan itu.Kondisi bermasalah dengan demikian mengganggu dan dapatkan merugikan individu-individu atau juga kelompok-kelompok maupun lingkungannya.


B.        B. Rumusan Masalah
*      Siapa yang mempengaruhi kehidupaan anak remaja,dan apa yang terjadi di kalangan anak-anak remaja saat ini.?
*      Bagaimana perbedaan perkembangan psikologi sosial pada masa dalam remaja dengan masa perkembangan lainnya?
*      Bagaimana menghadapi masa depan anak-anak remaja serta keinginan mereka.?

C.    C. Pembahasan

Analisis  Masalah adalah,dalam anak-anak remaja Adalah: Siswa SMA berada dalam masa remaja mencakup kematangan yang  mental, perilaku yang berbeda dengan emosional, sosial, dan fisik yang mereka lakukan dalam kehidupannya bergaul dengan sekelompok temna-teman yang lain untuk menkonsumsi minuman keras maupun narkoba,sex,dll . Masa remaja ditandai oleh perubahan-perubahan psikologis dan fisik, yang pesat. Remaja telah meninggalkan masa yang anak-anak, tapi belum menjadi orang dewasa. Remaja berada dalam masa peralihan atau transisi. Remaja mengalami berbagai masalah-masalah sebagai akibat perubahan-perubahan itu dalam interaksinya dengan  sekelompok lingkungan. Sebagian masalah-masalah itu berkaitan dengan dinamika hubungan remaja dan orang tua-Nya.
 Memandangkan bahwa isu utama relasi orang tua dan remaja adalah masalah otonomi dan kedekatan. Bahwa selain memasuki dunia yang terpisah dengan orang tua sebagai salah satu tanda perkembangannya, remaja juga menuntut Ekonomi dari orang tuanya.  Remaja ingin memperlihatkan bahwa merekalah yang bertanggungjawab atas keberhasilan dan kegagalan mereka, sebagian mereka menolak bantuan dari orang tua. EKonomi terutama diraih melalui reaksi orang-orang dewasa terhadap keinginan mereka untuk memperoleh kendali atas dirinya. Orang tua yang bijaksana, dengan demikian, akan melepaskan kendali di bidang-bidang di mana anak remajanya dapat mengambil keputusan yang masuk akal sambil tetap terus membimbing. 
Dalam meraih atau kesuksesan, kedekatan dengan orang tua pada masa remaja dapat membantu pengembangan kompetensi sosial dan kesejahteraan sosial remaja, seperti harga diri, penyesuaian emosi, dan kesehatan fisik. Artinya, selama masa remaja keterkaitan dan kedekatan dengan orang tua sangat membantu pengembangan bidang pribadi dan sosial remaja. Dalam arti sebaliknya, kurangnya atau pas itu akan menimbulkan masalah otonomi yang disertai akibat-akibat psikologis dan sosial negatif pada diri remaja sendiri.
Sekarang ini Banyak remaja  yang ingin mandiri. Mereka berkeinginan mengatasi masalahnya sendiri. Meskipun begitu, jiwa para remaja itu membutuhkan rasa aman yang diperoleh dari ketergantungan emosi pada orang tua.  Hal ini mengisyaratkan bahwa masalah-masalah remaja yang disebabkan oleh kurangnya pengalaman belajar dan kekuasan dalam kehidupan masa anak-anak, wawasan dan informasi tentang tingkah laku yang seharusnya mereka ambil dapat diatasi dengan mudah, namun masalah yang bersumber dari hubungan emosional dengan orang tua memerlukan pengertian dan bantuan dari orang tua sendiri ataupun dari keluarga lain. Kurang terpenuhinya kebutuhan rasa aman dari orang tua merupakan salah satu sumber masalah lemahnya kemandirian anak remaja. Masalah semacam ini dapat dientaskan dengan bantuan orang tua sehingga masalah-masalah yang lebih ringan dapat diselesaikan sendiri oleh sang anak.
 Tentang Teori Dalam hal ini bahwa,  apa yang dialami L(29).Sesuai dengan  teori Oleh Sherif & sheriff(1956) bahwa sikap dapat berubah karena kondisi dan pengaruh yang diberikan. Sebagai hasil dari belajar sikap tindaklah terbentuk dengan sendirinya karena karena pembentukan sikap senantiasa akan berlangsung dalam interaksi manusia berkenanan dengan obyek yang tertentu. Lebih tegas,menurut Bimo Walgito(1980)bahwa pembentukan dan perubahan yang sikap akan ditentukan oleh dua faktor yaitu:
Ø Faktor Internal(Individu itu sendiri),yaitu cara individu dalam menanggapai dunia luarnya dengan selektif sehingga tidak semua yang datang akan diterima atau ditolak.
Ø Faktor eksternal,yaitu keadan-keadan yang ada di luar individu yang merupakan sitimulus untuk membentuk atau mengubah sikap.
Sementara itu Mednick,Higgins & Kirschenbaum (1975)menyebutkan bahwa pembentukan sikap dipengaruhi oleh tiga faktor,yitu :
§  Pengaruh sosial seperti Norma dan kebudayaan
§  Karakter keperibadaian individu
§  Informasi yang selama ini diterima individu
Ketiga factor ini akan berinteraksi dalam pembentukan sikap.Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pembentukan dan perubahan sikap pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor yang ada dalam diri individu dan faktor di luar diri individu yang keduanya saling berinteraksi.Proses ini akan berlangsung selama perkembangan individu.Dalam paparan berikutnya akan dibahas teori-teori sikap itu dibentuk dan diperoleh yang akan menjelaskan bagaimana sikap itu dibentuk dan peroleh

a)         D,Teori-TeoriTentang Pembentukan Dan Perubahan Sikap
1)   Teori belajar dan penguatan
Teori ini berasumsi bahwa sikap merupakan respon-respon yang dipelajari terhadap rangsang(stimulus)tentu.Asumsi ini mengarahkan fokus teori ini adalah mengali sifat dari stimulus yang mengarahkan individu mengembangkan dan berpegang pada sikap-sikap tertentu. Bagaimana proses belajar yang dialami individu dalam pembentukan sikap ditunjukkan oleh  riset Arthur Staats dengan mengunakan prosedurn Dassiical Conditioning seperti yang dilakukan oleh Pavlov.Bagai Staats ,sikap adalah ekuivalen dengan suatu respon bersyarat yakni suatu yang dapat ditimbulkan dengan mengenalkan suatu rangsang bersyrat.

 Keutamaan Classical Conditioning sebagai suatu mekanisme bagi pembentuk sikap positif dan negative nama-nama Negara (swedia dan plandia), nama-nama orang Tom dan Bill)yang sebelumnya diangkap positif atau Negatif. Proses penghargaan(reward)dan hukum(punishment) adalah contoh pendekatan tori belajar lain, yang berpendapat bahwa factor utama yang mempengaruhi perolehan dan pemeliharaan atas sikap-sikap tertentu berhubungan dengan tingkat dimana sikap secara verbal maupun non verbal dikuatkan oleh orang lain sesuatu yang perlu dicatat adalah bahwa baik dalam teori belajar maupun teori penguatan,maka orang-orang tersebut umumnya mempunyai kontak langsung dengan obyek sikap atau paling tidak dengan table-tabel verbal bagai obek tersebut (seperti pada pencobaan Staats). Tetapi dalam banyak hal seseorang tidak hanya mempunyai kontak,nyata dengan obyek sikap,melainkan juga.Menerima menguataan secara tidak langsung.


2)      Teori Konsestensi Kognitif
Berlawan dengan teori belajar dan penguataan tentang sikap yang secara nyata mendasar berkaitan dengan cara dimana seseorang memperoleh suatu sikap,maka teori konsistensi Kgnitif memulai fokusnya pada. Keberadan sikap dan mencoba menjelasakan bagaimana komponen-komponen-komponen sikap sesuai dengan satu sama lainnya atau/dan sikap-sikap yang lain.Teori ini memandang manusia sebagai memproses informasi yang aktif yang mencobah memahami seluruhnya atas apa yang mereka rasakan,pikirkan dan berbuat dimana mereka secara aktif menyususn dan menafsirkan dunia tersebut untuk membuat kecocokan terhadap inkonsistensi yang bisa terjadi di antara dan dalam sikap-sikap?

Ø  Teori Keseimbangan Heider
Akar dari teori konsistensi kgnitif  adalah teori keseimbangan dari Fritz Heider (Heider1946, 1958).Pada dasarnya teori tersebut berkaitan dengan bagaimana sikap kita berkenan dengan orang-orang dan obyek sikap yang konsisten
1.      Unit Relationship Hubungan Unit
Elemen-elemen yang melibatkan dalam hubungan diperspesi saling memiliki.Biasa ini berlangsung karena prinsip kesamaan,kedekataan set, dan pengalaman masa lalu.
Hubungan unit terdiri dari dua tipe,yaitu :
o Tipe U :jika dua elemen dipadang saling memiliki,
o Tipe bukan U :jika elemen-elemen tersebut tidak saling memiliki,
2.       Affective Relationship (hubungan sentiment)
Penelaian seseorang terhadap sesuatu (termasuk rasa suka)Hubungan sentiment terdiri dari :
o  Tipe L    :Penilaian Positif
o  Tipe DL :Penilaian Negatif
Keadaan seimbangan menurut Heider adalah: suatu keadaan dimana elemen-elemen saling berhubungan satu sama yang lain secara harmonis. Dalam hubungan dua pihak,keadaan seimbang terjadi jika hubungan antara kedua elemen itu semuanya positif atau semua negative.
b)           Teori Disonansi Kognitif
      Teori disonansi Kognitif dikemukakan oleh Leon Frestinger (1975).Pandangan dasar dari teori ini adalah jika seseorang mempunyai dua kognisi (Ide-ide dan pikiran-pikiran) secara simultan dan saling berkontraksi,maka orang tersebut akan mengalami disonasi kognitif.Misalnya seorang yang merokok yang mengetauhi bahaya merokok yang medapat mengakibatkan kanker paru-parukarena itu membuat keadaan disonasi. Disonasi menghasilkan suatu ketegangan psikologis yang mendorong seseorang mengurangi disonasi tersebut adalah :
§  Mengubah elemen tingkah laku.Misalnya seorang merokok yang mengetahui bahaya merokok yang dapat mengakibatkan kanker paru-paru,maka untuk menghilangkan disonasi merokok itu berusaha tidak merokok lagi.?
§  Mengubah elemen kgnitif lingkungan :Misalnya meyakinkan teman-temannya/sudarah-sudarahnya bahwa merokok itu tidak akan menyebabkan kanker paru-paru lagi.?
§   Menambah elemen kognitif baru.Missalnya mencari mendapat teman lain yang mendukung pedapat bahwa merokok tersebut tidak akan menyebabkan kanker paru-paru lagi, karena sudah melepaskan dari merokok.?
Sebagai suatu ilustrasi tentang bagaimana terjadinya  keadaan disonasi,dibahwa ini dipaparkan suatu eksperimen ini,subyek-subyek diharapkan  pada situasi percobaan yang sangat menyemukan. Kemudian sesudah mendapat terament tersebut disuruh/diminta untuk memberitauh subyek pencobaan mendukung suatu pendapat yang jelas berlawanan dengan apa yang mereka percayai.?
 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar