Selasa, 12 November 2013

TUGAS PERILAKU SOSIAL DAN KONTROL SOSIAL



SEKOLAH TINGGI PEMBANGUNAN MASYARAKAT DESA ”APMD”
UJIAN TENGGA SEMESTER.SEMESTER I TAHUN AKADEMIK 2012/2013

      MATA KULIAH : PERILAKU SOSIAL DAN KONTROL SOSIAL
      DOSEN PENGAMPU : DRA.ANASTASIA ADIWRAHAYU M.Si

                                  NAMA    :SERIUS KULKA
                                  NIM        :12510031
                                  PRODI    :ILMU SOSIATRI


SOAL
Amatilah perilaku manusia yang ada di sekitar kehidupan sudarah ,tunjukkan mengapa perilaku manusia tersebut muncul dan faktor apa yang mempengaruhi dengan mengunakan salah satu teori liran tentang manusia dan perilakunya.
JAWAB:
Perilaku manusia di pengaruhi oleh adat,sikap,nilai,etika,kekuasan genetika,dalam sosiologi perilaku manusia sebagai yang tidak di tujukkan kepada oraang lain dan juga(tindakkan yang akan mendasar),perilaku manusia,perilaku manusia juga tidak sama dengan perilaku sosial yang lain.Perilaku sosial juga perlu secara khusus kepada orang lain juga merupakan tindakkan yang lebih tinggi.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Manusia
Dalam memahami perilaku manusia, para ahli psikologi memiliki pandangan yang berbeda-beda. Aliran Psikoanalisis, misalnya, memandang manusia sebagai makhluk yang berkeinginan (Homo Valens). Oleh karenanya, menurut pandangan ini perilaku manusia ditentukan oleh keinginan-keinginan dan dorongan libido.
1. Sedangkan aliran Behaviorisme memandang bahwa manusia adalah makhluk yang bersikap pasif terhadap lingkungan. Sehingga perilaku manusia menurut teori ini merupakan bentukan dari kondisi lingkungan. Selanjutnya dalam pandangan psikologi humanistik berpendapat bahwa manusia adalah eksistensi yang positif dan menentukan. Berangkat dari pandangan ini mereka berpendapat bahwa perilaku manusia berpusat pada konsep diri.
2. Jika dicermati secara seksama, perbedaan pandangan dari masing-masing aliran mengenai perilaku disebabkan adanya perbedaan pandangan terhadap konsep tentang manusia.Dalam manusia dapat dilihat dari berbagai sudut pandang.
3. Kemudian manusia dapat disebut sebagai mahkluk yang umumnya dilihat dari sudut pandang hubungan sosial yang dilakukannya. Manusia pun disebut sebagai untuk menggambarkan aspek spiritual yang dimilikinya.
4. Dari sini dapat disimpulkan bahwa manusia merupakan makhluk yang khas yang memiliki berbagai potensi yang dapatmemengaruhi perilaku mereka.

a. Faktor-faktor yang Memengaruhi Perilaku Manusia
Manusia memiliki banyak sekali kebutuhan. Di antaranya ada yang yang bersifat biologis yang berhubungan dengan reaksi organ tubuh.
Pada umumnya, kebutuhan tersebut muncul untuk memelihara keseimbangan organik dan kimiawi tubuh. Misalnya saja kekurangan kadar makanan atau kekurangan kadar air dalam organ tubuh. Ada pula yang bersifat psikologis dan spiritual. Yang mana di antara kebutuhan ini ada yang bersifat penting dan lazim yang bertujuan untuk menciptakan rasa aman dan kebahagiaan jiwa.
Dari kebutuhan-kebutuhan manusia tersebut kemudian muncul berbagai macam motivasi yang mendorong manusia untuk melakukan penyesuaian diri guna memenuhi semua kebutuhan tersebut.
b. Faktor Biologis
Sebagai makhluk hidup, manusia memiliki motivasi biologis untuk mempertahankan eksistensi diri dan kelangsungan spesies (keturunan). Mereka akan membutuhkan makanan dan minuman untuk dapat bertahan hidup dan melarikan diri ketika melihat musuh yang menakutkan serta membutuhkan lawan jenis untuk kegiatan reproduktifnya.
 Utsman Najati menjelaskan bahwa kebutuhan sangat erat hubungannya dengan kepentingan kelangsungan spesies. Sementara itu kepentingan mempertahankan eksistensi diri dapat terpenuhi melalui kebutuhan yang lainnya.
 Ketika muncul dorongan untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka kebutuhan tersebut akan mendorong manusia melakukan upaya adaptasi yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan demikian, munculnya perilaku atas dorongan dari kebutuhan ini merupakan suatu keniscayaan bagi manusia sebagai makhluk hidup.
 Di samping itu, motivasi seksual juga merupakan hal yang penting dalam kehidupan manusia. Motivasi inilah yang memunculkan ketertarikan antara makhluk dengan lawan jenisnya. Berangkat dari ketertarikan antar jenis ini tercipta sebuah keluarga.
 Keluarga akan menghasilkan anak keturunan yang pada gilirannya akan menciptakan sebuah generasi. Dari siklus seperti ini keberadaan sebuah spesies dapat dipertahankan. Maka dari itu, demi keberlangsungan hidup manusia motivasi seksual merupakan hal tidak dapat dihindari dalam kehidupan mereka.
Pada dasarnya motivasi biologis muncul sebagai akibat tidak adanya keseimbangan organik maupun kimiawi dalam tubuh manusia. Dalam studi ilmu psikologi modern, keseimbangan berbagai unsur dalam tubuh manusia disebut dengan istilah homeostatis.
Ketika motivasi itu muncul maka akan mendorong manusia untuk melakukan upaya adaptasi yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhannya. Upaya pemuasan ini bertujuan untuk menyeimbangkan kembali kondisi tubuhnya.

c. Faktor Sosiopsikologis
Sebagai makhluk sosial, manusia akan memperoleh beberapa karakteristik yang memengaruhi tingkah lakunya. Faktor karakteristik ini sering disebut sebagai faktor sosiopsikologis yang dapat memengaruhi perilaku manusia.
1. Jalaludin Rahmat mengklasifikasikannya ke dalam tiga komponen, yaitu komponen afektif kognitif dan konatif. Komponen pertama merupakan aspek emosional dari faktor sosiopsikologis. Sementara komponen kognitif adalah aspek intelektual, yang berkaitan dengan apa yang diketahui manusia. Dan komponen konatif adalah aspek visonal yang berhubungan dengan kebiasaan dan kemauan bertindak.
2. Komponen afektif dari faktor sosiopsikologis terdiri dari motif sosiogenesis, sikap dan emosi. Berikut ini penjelasan Jalaluddin mengenai motif-motif tersebut.
3. 3 Motif sosiogenesis merupakan motif sekunder yang dapat memengaruhi perilaku sosial manusia. Secara singkat, motif-motif sosiogenesis dapat dijelaskan meliputi motif ingin tahu, yang meliputi mengerti, menata, menduga, motif kompetensi, motif cinta, motif harga diri dan kebutuhan untu mencari identitas, kebutuhan akan nilai dan kedambaan akan makna kehidupan serta kebutuhan akan pemenuhan diri.
4. Sikap adalah salah satu konsep dalam psikologi sosial yang paling banyak didefinisikan para ahli. Ada yang menganggap sikap hanyalah sejenis motif sosiogenesis yang diperoleh melalui proses belajar. Ada pula yang melihat sikap dengan kesiapan saraf sebelum memberikan
d. Faktor Spiritual (ruhani)
Selain motivasi biologis dan sosiopsikologis, manusia juga memiliki motivasi yang bersifat spiritual.
Motivasi ini tidak berkaitan dengan kebutuhan mempertahankan eksistensi diri atau memelihara kelanggengan spesies.
Motivasi spiritual erat hubungannya dengan upaya memenuhi kebutuhan jiwa dan ruh.
Sekalipun demikian, motivasi ini juga menjadi kebutuhan pokok manusia. Karena motivasi inilah yang bisa memberikan kepuasan hidup, rasa aman, tentram, dan bahagia.
Di antara beberapa motivasi spiritual yang penting dalam kehidupan manusia adalah motivasi beragama. Dalam bukunya Psikologi Agama,Jalaluddin mengatakan bahwa:
“Hampir seluruh ahli ilmu jiwa sependapat bahwa sesungguhnya apa yang menjadi keinginan dan kebutuhan manusia itu bukan hanya terbatas pada kebutuhan makan, minun, pakaian ataupun kenikmatan-kenikmatan lainnya. Berdasarkan hasil hasil riset dan observasi, mereka mengambil kesimpulan bahwa pada diri manusia terdapat semacam keinginan dan kebutuhan yang bersifat universal.
Kebutuhan ini melebihi kebutuhan-kebutuhan lainnya, bahkan mengatasi kebutuhan akan kekuasaan.
Keinginan akan kebutuhan tersebut merupakan kebutuhan kodrati, berupa keinginan untuk mencintai dan dicintai Tuhan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar